Sabtu, 19 Februari 2011

sedikit hal untuk direnungkan bersama

SEDIKIT HAL UNTUK DIRENUNGKAN BERSAMA

Sobat, mari bersama kita coba sedikit merenungi kehidupan ini.
Sobat, hidup ini bukan hanya sekedar untuk mengejar ambisi atau cita-cita pribadi saja.
Masih banyak sobat, masih banyak hal lain yang perlu kita perhatikan.
Coba kita lihat sekelilinh kita
Masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang bingung bahkan tidak tahu besok atau nanti bisa makan atau tidak.
Masih banyak saudara kita yang bahkan tidurnya beratapkan langit beralaskan tanah dan berselimutkan angin.
Masih banyak sobatku, anak-anak kecil yang bahkan tidak jelas kehidupannya. Meeka bahkan tidak tahu bagaimana masa depannya atau bahkan hari esok.
Masih banyak diluar sana orang-orang yang menderita.
Tapi sayangnya kita lupa akan hal ini
Kita terlalu asyik menikmati hidup untuk diri kita sendiri
Kita terlalu egois untuk merasakan kesedihan mereka

Sobat, kerap kali kita ingat akan penderitaan mereka hanya saat kita disodorkan oleh kenyataan di depan mata kita, setelah itu kita lupa. Betapa egoisnya kita sobat. Betapa sombongnya kita sobat saat kita makan dan makanan tersebut tidak kita habiskan kita buang begitu saja.masih banyak mereka yang di luar sana yang bahkan harus menahan lapar karena tidak punya makanan dan kita seenaknya saja membuang makanan. Ironis, sobat. Sebuah kesombongan kita sobat.

Masih banyak saudara kita yang tidak mandi, susah untuk minum dan juga memasak hanya karena mereka tidak punya air bersih seperti kita. Lihatlah sobat, hal remeh seperti air yang terkadang tidak terlalu memusingkan kita ternyata begitu berarti bagi mereka. Kita yang berkecukupan air terkadang membuang-buang air seolah tidak pernah ada saudara kita yang kesulitan air padahal kita tahu penderitaan mereka itu nyata adanya. Kita sering lupa sobat, terlampau sering lupa dan malah mungkin ingin melupakan kenyataan ini.

Sobat ku, sering kali kita mengomel hanya karena dinasihati orang tua kita, tapi pernahkan kita terpikir bagaimana seandainya oran tua kita sudah tidak ada. Lihatlah sobat, banyak diluar sana orang-orang yang menangis karena tidak lagi memiliki orang tua. Kenapa kita harus mengomel hanya karena dinasihati? Mungkin sekarang anda belum menyadarinya sobat, nanti saat anda kehilangan mereka anda akan menyesali semua itu atau setidaknya saat anda jauh dari mereka baru anda akan sadar betapa rindunya anda akan nasihat dan omelan orang tua, seperti yang saya alami sobat, betapa rindunya akan nasihat dan omelan mereka saat saya berada di tanah perantauan, jauh dari mereka. Betapa kedua orang tua itu sangat berarti untuk kita sobat ku.
Ingatlah hal ini sobat, sayangilah mereka selama kita masih diberi kesempatan untuk membalas semua kasih sayang dan kebaikan mereka. Bahagiakan mereka. Buat mereka tersenyum bahagia bukannya menangis sedih.

Sering kali kita mengeluh dengan fisik kita, pendek lah, hitamlah, jeleklah,dan bahkan sering kita mengeluh karena harus berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat. Hanya karena harus berjalan kaki kita mengeluh seharian. Namun sesungguhnya sobat, ingatlah itu menjadi bukti bahwa kita masih punya kaki, itu menjadi bukti bahwa kita masih diberi kesempurnaan fisik walaupun hitam,atau pendek atau apalah namanya. Pikirkan lah, kenapa harus mengeluh dengan semua itu sobat, di luar sana masih banyak saudara kita yang cacat namun mereka tersenyum mereka bersyukur.

Sobat, seburuk apapun kondisi kita
Separah apapun kesulitan kita
Dan apapun yang terjadi pada kita
Cobalah untuk melihatnya bukan hanya dengan satu sudut pandang, coba lah untuk menilainya dengan sudut pandang lain yang berbeda. Cobalah untuk memahami dengan sudut pandang yang berbeda dan kita akan temukan sobat, kita akan mengerti tentang betapa besarnya kasih sayang Allah kepada kita.

Sabtu, 12 Februari 2011

Sore ini tepat pukul 4 tanggal 23 Desember. Udara sore yang hangat bersama angin sepoi-sepoi serasa membuat q betah berlama-lama bersantai di teras rumah ditemani segelas es teh yang q beli dari warung depan rumah ku. Asyik bersantai rasanya,melepas semua beban dan lelah di tubuh dan otak q. Iseng-iseng q buka foto di hp q. Asyik membolak-balik dan melihat foto itu aq terhenti pada satu foto. Di dalam foto itu ada 5 orang remaja tanggung yang asyik bergaya seolah mereka sang penguasa. Indra dengan style junkiesnya, ade dengan gaya stay cool plus rambut mohawknya, ilham yang berkepala rada plontos dengan pedenya bertelanjang dada menunjukkan tubuh berototnya, cecep dengan gaya preman berambut gondrong nan sangarnya, dan aq dengan pose sederhana jongkok dengan rantai yang q lilitkan ditangan, bergaya seolah kamilah para jagoan. Merekalah sahabat-sahabar q, yang membuat q merasa bahwa dengan kekurangan yang q miliki aq masih punya arti. Aq memang terlahir dengan tubuh sempurna tak ada bagian tubuh q yang kurang hanya saja tinggi tubuh q tidaklah membanggakan, hanya 160 cm. Tersenyum aq melihat foto itu, teringat kenangan yang telah kami alami bersama.
Terselip rasa sedih saat q lihat foto itu. Satu diantara kami telah pergi mendahului yang lainnya menghadapa Sang Pencipta, cecep. Aq ingat hari saat aq menerima kabar duka itu, malam hari yang mendung saat aq baru pulang ke rumah, hp q berbunyi, ternyata ilham menelpon q. Q angkat telpon dan dengan riangnya q jawab salamnya. Ada rasa aneh saat q dengar suara ilham, bukan nada riang seperti biasanya namun nada sedih yang terdengar. Ilham menangis. Aq cukup mengenal dia, dia bukan tipe orang yang akan menangis hanya karena masalah sepele, pikiran langsung bekerja dengan cepat, pasti ada seseuatu yang buruk telah terjadi. Dengan terbata-bata ilham bicara “ bro, kita kehilangan satu sahabat” begitu katanya. Bingung q pun langsung menanyakan “ada apa cui?” “Cecep meninggal kira-kira setengah jam yang lalu di rumah sakit” jawab Ilham. Syok, sedih dan rasa tak percaya aq mendengar kabar itu. Cecep meninggal? Karena apa, setahu q dia tidak pernah mengeluh sakit, yach kecuali sakit tipes, tapi itu pun tidaklah parah.
Dengan rasa penasaran dan tak percaya q coba hubungi irma, gadis yang aq tahu dengan pasti telah mengisi hati Cecep selama ini. Belum sempat q dapatkan balasan sms dari irma hp q kembali berbunyi, q angkat hp q, dan q dengar suara yang tak asing ditelinga q, itu suara ibu Cecep.
“assalamu’alaikum” sapa q dengan suara yang susah keluar.
“waalaikumsalam, rama, sudah tahu kabarnya kan? Tanya ibu Cecep.
“sudah bu, saya turut berduka cita bu” jawab q
“ kalau Cecep punya salah tolong dimaafkan ya”
“ Ya bu, jam berapa mau di makamkan bu?”
“besok pagi Ram”
“ jadi sekarang jenazah cecep dimana bu?”tanya q
“ dalam perjalanan ke rumah,mungkin sebentar lagi sampai dirumah jenazahnya, sekali lagi mohon dimaafkan kesalahannya ya”jawabnya di telpon
“Iya bu” jawab q dan telepon pun di putuskan

Aq tak pernah menyangka sahabat q, cecep,akan pergi secepat ini dan aq lebih tidak menyangka dia menderita penyakit yang cukup parah, leukimia, dan itu di deritanya sudah cukup lama. Tentang sakit yang deritanya hingga ajalnya ini pun aqbaru tahu setelah mendapat balasan dari Irma, sang pujaan hatinya Cecep. Aq benar-benar tag habis pikir, betapa bodohnya diri q sebagai seorang sahabat. Namun, aq tak mungkin berdiam diri saja di rumah dan bersedih, dengan berbekal rasa kesedihan yang mendalam q pacu motor q hingga tak lagi q hiraukan rambu-rambu lalu lintas, lampu merah pun q terobos,yang ada di pikiran q adalah aq harus sesegera mungkin sampai di rumah cecep.
Ternyata,kedatangan q bersamaan dengan datangnya mobil jenazah dirumah duka. Langsung q bantu yang lain untuk membawa mayat cecep ke dalam rumah. Aq lihat Ilham dan Indra wajahnya menampilkan kesedihan yang tak bisa q gambarkan dengan kata-kata, sedang ade q lihat sedang mencoba menghibur keluarga cecep. Setelah mayat cecep dibaringkan dan beberapa orang-orang tua mulai membacakan yassin di kanan dan kiri mayat,q beranikan diri untuk membuka kain penutup wajah cecep. Tak ada raut kesakitan ataupun kesedihan yang tampak di wajahnya, hanya ada seulas senyum damai yang sering q lihat dan keteduhan yang terpancar dari wajahnya, membuat q teringat masa lalu kami.
*
Siang itu seperti biasanya, kami berlima, aq, indra, ilham, ade dan cecep nyantai diwarung langganan kami. Kami duduk bersantai, ngobrol ngalor-ngidul tak jelas mulai dari masalah cewek ampe masalah politik. Sembari minum es kelapa, tidak lupa sebatang rokok menemani mulut kami masing-masing.
“bro, aq senang banget karena aq diberikan waktu untuk mengenal kalian. Senang banget dengan persahabatan kita ni”ceplos Cecep.
”yo’i brother, aq juga senang banget, karena aq punya sahabat-sahabat seperti kalian ni” Indra juga negeluarin statementnya.
”eh bro, klo dipikir-pikir kita ni sama kayak lagunya Sheila On 7 tu” sambung Ilham. “Lagu yang mana Am?” tanya ku dan Cecep.
“lagu yang itu tu, yang judulnya Sahabat Sejati”jawab Ilham
“iya ya, klo dipikir-pikir emang hampir mirip sich” sambung si Ade.
“bro, aq pengen persahabatan ni terus ade ampe kita tua” kata Indra
“so pasti brother.”jawab kami kompak.
**
“bro, ntar kalo ada apa-apa sama aq, kau maukan jagain Irma dan keluarga ku” kata Cecep si suatu siang saat aq dan dia sedang bersantai dirumahnya.
“ah kau ni ngomong apa sich bro, ya pasti q jagain lah,emang kau kenapa bro?sakit?ada masalah?” jawab ku.
“gag bro, gag ada apa-apa, Cuma pengen mastiin aja.” Kata Cecep.
“mastiin apa Cep?” kata ku serius.
“Ram, kau kan tau kalo gag ada yang bakal abadi di dunia ini, kalo ada kehidupan pasti ada perpisahan.” Jawab Cecep serius.
“ada-ada aja kau ni, tapi benar kata kau bro, gag ada yang abadi, tapi kira-kira siapa ya yang bakal pergi duluan?”kata ku bergurau.
“hahaha, bego kau Ram,ya mana ada yang tau, kan kau juga yang ngajarin aq sama yang lain bahwa tak ada yang bisa tau apa yang terjadi di masa depan.”jawabnya sambil tertawa.
***
“Ram, Am, De, In, ntar kalo aq udah gag ada tetap jaga persahabatan kita ya.” Kata Cecep saat kami sedang bersantai di warung pinggiri sungai.
“kau ni ngomong apa Cep? Emang kau mau pergi kemana? Mau pergi kayak bang toyib, pergi gag pulang-pulang?” sambar Ade.
“enggak, kan umur manusia gag ada yang tau bro.” Jawab ccep.
“kau ni ngomong kayak besok bakal mati aja.” Kata Indra agak emosi.
“yah, kan semua bisa terjadi kapan aja bro. Aku ngomong Cuma untuk jaga-jaga aja kok.” Lanjut Cecep.
“STOP!! Kau mau ngerasain tinju ku apa Cep?” sambar ku muali agak terpancing suasana.
“ya, gag lah bro, kasian entar muka ganteng ku ni jadi lebam-lebam kau bikin.”jawab cecep sambil bercanda.
“udah ah, kau ni Cep ngomong apa sich, untung aja si “gagak” gag ngamuk tu. Kau ni ada masalah apa?bilang aja sama kita-kita.” Sambung Ilham menenangkan.
“gag ada brother, aku baik-baik aja kok.” Jawab Cecep.
**
Sejak kelulusan SMA kami pun berpisah karena kami tidak melanjutkan di satu temat yang sama. Kami kuliah di universitas yang berbeda. Namun tiap harinya kami masih sering ngumpul, yach sekedar kongkow-kongkow. Seiring dengan makin tinggi semester kami makin sibuk pula kami dengan kuliah kami masng-masing dan akhirnya kami pun jadi agak jarang ngumpul-ngumpul kayak dulu lagi, tapi komunikasi diantara kami tetap lancar.
Masih teringat jelas kegilaan-kegilaan yang kami lakukan bersama. Aq masih merasakan kesedihan itu, mengapa dia,sahabat ku, harus pergi diusianya yang begitu muda?dan yang lebih ku sesali tak satupun diantara kami, sahabat-sahabatnya yang tahu tentang penyakitnya yang ternyata telah dideritanya cukup lama. Sahabat seperti apa aku ini?aku bahkan tak tahu dengan penderitaan sahabat ku sendiri.
Selamat jalan sobat, pergilah dengan tenang. Aku dan sahabat-sahabat mu yang lain akan selalu mengingatmu sebagai bagian dari kami. Kami akan penuhi janji kami dulu, akan kami jaga persahabatan ini hingga nanti kami menyusulmu dan aku akan memegang janji ku untuk selalu berusaha menjaga orang-orang yang kau cintai.


Note : cerpen ini dibuat atas permintaan seseorang yang aku sendiri tak tahu apakah ini kenyataan yang dialaminya atau tidak. Namun nama-nama dalam cerpen ini buaknlah nama-nama sebenarnya, nama-nama ini hanyalah hasil imajinasi ku yang rada-rada error...Y****ki, sori cerpen yang kau minta bikinkan telat selesainya n’sori juga kalo cerpen ini rada gag bagus.

Jumat, 21 Januari 2011

tragedi pisang penyet

Assalamu’alaikum, apa kabar soat-sobat ku?ehm...belakangan ini aku berhasil membiakkan penyakit yaitu penyakit maag dan sakit gigi. Aku sukses mengalami kedua sakit keparat itu beberapa hari yang lalu.
Yeah hari ini aku gag menulis kritikan( jiah, sok jadi kritikus, KRIbo makan TIKUS””) ato puisi(sok jadi pujangga, padahal bikin pantun aja kagak bisa) ato cerpen, aku Cuma bakal nulis tentang kejadian lucu beberapa hari yang lalu yakni tentang kebiadaban menggencet pisang sampe rata di sofa rumah teman. Tersangka utamanya yaitu, seorang mahasiswa error, rada blo’on dengan tampang mirip samuel silalahi(ini kata adek tingkat di kampus,mungkin tu anak matanya lagi ketutupan gajah makanya ampe bilang temen ku mirip samuel padahal lebih mirip cacing lagi ngiler) dengan inisial MTO, kadang dipanggil Bg Mto. Nah setelah direka ulang kejadiannya bersama temen-temen yang rada bego kayak gue, begini nih ceritanya.
Malem itu aq dapet sms dari kawan q (biasa dipanggil autis) “san, ntar habis isya ajak budak-budak(baca: kawan-kawan) kerumah ku,tahlilan kakek ku.”
Singkat cerita nich, aq bareng kawan pun pergi kerumah si autis. Anak-anak yang laen pada nyusul belakangan. Dari awalnya gag ada yang nyangka bakal ada kejadian biadab nan memalukan serta mengandung unsur kebego’an tingkat tinggi itu. Jadi lah kita tahlilan bareng bapak-bapak tetangga si autis. Setelah selesai tahlilan, makanan pun disuguhkan. Ada sedikit cuplikan percakapan antara aq ama autis:
Autis : san, ajak budak-budak makan lah
Aq : ntar jang, tunggu sepi
Tak lama...
Autis: san dan sepi tu, bawa budak-budak lah...
Aq : budak-budak jak duluan aq ntar aja ( dengan gaya malu-malu kampret)
Autis : ehhh,sama-sama budak lah..
Aq : kenyang aq ul ( masih dengan gaya malu-malu kampret )
Autis : alah,sok kau ni..makan lah
Aq : hadoh...udah lah, kau makse ya aku pun tak enak gag..makan lah aku nie...
Akhirnya aku ngambil makanan ( nasi ama lauknya ambil sendiri ), dan dengan afsu kebiadaban seorang manusia yang kelaparan tingkat tinggi, aku ngambil porsi nasi dobel dengan ayam 3 potong, sambal tahu satu piring, kerupuk satu toples ama pisang satu biji. ( rakus apa kelaparan yah?)
Berhubung cacing-cacing yang q ternakkan di perut ku udah mulai mengadakan aksi demo minta makan, so aq pun langsung memfokuskan diri menghabiskan porsi ku.
Udah habis makanan utama nya sekarang makanan pencuci mulut, pisang yang q ambil pun ludes tinggal kulitnya doank ( karena ramai orang jadi gag enak kalo kulitnya juga aq makan). Pisang q abis aq mulai nyari pisang lagi ( monyet apa orang sich doyan banget ma pisang )
Tengok kiri tengok kanan ada satu pisang yang tergeletak seperti memanggil aq untuk datang dan memakannya. Bikos lagi rame jadi q biarin aja tuh pisang,ntar sepi baru dech beraksi.. huehehehhehehe....
Pas udah sepi, aq celingak-celinguk nyari tu pisang, nyari-nyari dengan gaya detektif ala sherlockhomes lagi sakit ayan masih juga kagak ketemu,setelah perjuangan panjang ampe mengeluarkan tetes keringat sebesar biji jagung ( bukan karena capek tapi emang karena panas) masih tetap gag ketemu , aq pikir ya udah lah bukan rejeki. Gak lama si autis bilang ama tersangka (baca : Mto/ bg Mto)
Autis : to,kawankan aq yok..
Mto : kemane?
Autis : ikut jak,sekalian nyari rokok..
Temen q yang laen : udah to,pergilah...cari rokok L.A
Mto: ok lah..
Dengan gaya bak model pakaian musim hujan yang lagi kena rabies si Mto pun pergi. Pas dia bangun dari tempat duduknya, dengan manisnya q liat pisang yang q cari-cari dengan susah payah dan kelaparan tergeletak lemes tak berdaya, penyet, di sofa. Kurang ajar bin kampret kutu busuk nenek lampir kurang asem kagak mandi, tenyata pisang yang jadi targetan makan q didudukin ama tu anak. Tapi kemarahan q reda malah ganti pengen ketawa ngakak pas liat celana temen q ( Mto) bikos leleran psang tu nempel di celananya, jadi dia kayak PUP di celana. Huahahahahahhahahaha....
Sampe ini q tulis,dia masih gag tau kalo ada bekas kotoran pisang di pantat celananya..
Huehehehehhehehhe...
Ampe jumpa di laen kesempatan...hehehehheh
Tetep jaga semangat kegilaan....

Note: sori to, q gag bilang-bilang kalo ada kotoran tu di celana kau, hueuehehehehhehehhe.....

Jumat, 10 Desember 2010

kenangan dua belas desember


Dua belas desember menjadi sebuah tanggal yang punya arti khusus buat ku. Bukan, bukan kawan, itu bukan tanggal kelahiran ku, aku masih ingat betul aku dilahirkan pada tanggal 30 september dua puluh tahun silam dan aku haqqul yakin aku tidak salah ingat tanggal. Kau ingin tahu kawan? Ya baiklah, aku akan bercerita sedikit tentang tanggal ini pada mu, tapi jangan kau tertawa dengan kisah ku. Ingat, jangan tertawa! Kalau sudah sepakat ya baiklah aku akan menjelaskan kisah ku.
Dua belas desember silam tepatnya dua belas desember tahun 2009 aku mengalami hari yang bersejarah dalam hidup ku dan mengubah banyak hal dari diriku. Tanggal dua belas ini membuat ku mengerti bahwa semua orang siapapun dia berhak untuk dicintai. Pada tanggal dua belas desember setahun yang lalu, seorang gadis yang sangat manis di mata ku mengutarakan isi hatinya pada ku. Memang kawan, dia tidak mengatakan terus terang namun di balik setiap kata-kata bersayapnya ada makna tersirat bahwa ia menyukai ku. Bukan main senangnya hati ku kawan, aku yang selama ini terpasung dalam karang keangkuhan dan kebimbangan seakan bebas dari semua belenggu yang seperti penjara tak kasat mata itu. Bukit es di hati ku yang telah membeku sekian waktu mencair begiu saja. Bayangkan, bayangkan kawan betapa dahsyatnya sebuah kejujuran itu, sayangnya di negeri ini tidak banyak lagi otang yang jujur bahkan terhadap dirinya sendiri. Kau ini selalu ingin tahu kawan, tadi kau ingin tahu kenapa tanggal dua belas desember begitu berarti bagi ku, sekarang kau ingin kisah ku dari awal sampai akhir, tapi ya baiklah kawan ku kabulkan keinginan mu, setelah ini jangan tanya lagi, OK. Kisah ini bermula saat aku pertama kali masuk kuliah,tepatnya bulan agustus 2009,tanggal pastinya aku lupa kawan, jadi jangan tanya hal itu. Belum lama aku memulai kehidupan perkuliahan ku, aku berkenalan dengan seorang gadis. Seorang gadis yang pada saat itu pun aku tak tahu bagaimana rupanya karena aku tak sengaja berkenalan dengannya, aku salah telepon kawan. Seringnya bersmsan ria dengannya aku merasa tertarik dengan dia, maka ku beranikan diri untuk mengajaknya kopi darat. Ku persiapkan semuanya dengan detail kawan, pengalaman mengajarkan ku bahwa kesa pertama itu sangat berarti. Ku mulai dari pakaian, karena emang pada dasarnya aku orangnya cuek dengan penampilan jadi aku pilih pakaian yang biasa ku pakai untuk kuliah aja, setelah merasa dandanan ku mantap, akhirnya ku pergi ke tempat pertemuan kami. Tempat itu tidak besar apalagi mewah, Cuma tempat nyantai yang biasa-biasa aja. Alasan aku memilih tempat itu, ku rasa kau pun tahu kawan, karena harganya sesuai kantong ku, maklumlah sebagai mahasiswa rantau yang kuliah bermodalkan nekat tentu saja kantongku tidaklah tebal. Seperti yang ku perkirakan dan sesuai dengan rencana ku,pertemuan itu berjalan lancar,yach ada sich beberapa insinden kecil tapi yang penting cukup lancarlah. Setelah pertemuan itu kami terus berhubungan,semakin akrab ku kira. Semakin aku mengenal dia, semakin aku yakin aku sayang dia bukan buatan, dan semakin aku merasa bahwa aku hanya bisa memimpikannya. Bayangkan teman, kami jauh berbeda, kalau kita ambil analogi, ya aku itu seperti rumput liar yang tak terperhatikan sedangkan dia mawar putih yang anggun dan menawan, jauh sekali. Apalagi dengan sejarah hidup ku yang tak bisa ku katakan baik. Setelah kian dekat namun tak pernah ada kejelasan hubungan, seperti yang kau juga tahu teman perbedaan itulah yang membuatku selalu ragu hingga akhirnya hubungan ini seperti hubungan tanpa status, gadis itu meminta kejelasan tentang hubungan kami, hari itu tepat tanggal 12 desember. Setelah didesak, akupun jujur dengan semua perasaanku dan juga keraguanku, aku pikir inilah akhirnya dan selanjutnya hanyalah kisah pertemanan, tapi aku sungguh salah kawan, tebakan ku meleset 180 derajat. Aku yang menyangka dia akan menganggapku teman belaka, ternyata mau untuk menerima mengisi hatinya. Senang bukan buatan diriku kawan, ingin rasanya ku teriakkan kepada dunia betapa senangnya hatiku. Dan aku ingat benar kata-kata dia kawan, kata-kata dia yang membuatku merasa aku layak untuk mencintai dan dicintai, “ semua orang hidup dengan cinta, dan cinta tidak memilih tempat untuk bersemayam. Setiap orang berhak atas kesempatan kedua, dan aku menyayangimu yang sekarang bukan kamu yang dulu”. Kawan, dengar kata-katanya itu kawan, bagaimana aku tidak merasa sangat beruntung kawan, sangat beruntung. Dan kurang lebih 6 bulan aku berpacaran dengannya kawan, walau sebentar tapi banyak yang berubah dari diriku kawan selama 7 bulan yang indah itu. Tentunya, kau juga ingin tahu kawan kenapa hanya 7 bulan, bukankah aku sangat menyayanginya, kenapa tidak berlanjut hingga sekarang? Kalau ku jelaskan akan sangat panjang kisahnya kawan, yang pasti aku berpisah dengannya dengan baik-baik, dan bukan atas keinginan ku maupun keinginannya atau keinginan siapa-siapa, tapi karena keadaan yang membuat kami harus berpisah kawan. Dan hingga sekarang komunikasi diantara kami masih baik-baik saja kawan. Cinta itu indah dan tidak menuntut kesempurnaan, tapi cinta juga tak berarti harus saling memiliki selamanya. Dan terkadang rasa sakit yang kita alami bisa menjadsi indah bila kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, kira-kira itulah yang bisa ku katakan kawan. Laen kali akan ku ceritakan kisahnya kawan dan juga kisah-kisah ku yang lain.

coretan puisi pengantar tidur

Ketika mlm datang
hembusan angin menyapa insan
berhembus membawa kesejukan dan kedamaian
Bulan dan bintang terangi malam tanpa lelah


bersinar menemani setiap desah nafas manusia arungi malam
Simfoni alam, angin, bulan dan bintang menyanyikan lagu kedamaian mengantarkn insan menjelajahi dunia mimpi
menemani hingga terlelap