Jumat, 23 September 2011

kesuksesan menurut pandangan gue

Assalamu’alaikum…
Selamat siang sobat-sobat q semua….
Hmm…..hari nie jum’at 23 september 2011, sunguh-sungguh panas. Udara terasa lebih panas adri biasanya. Yah emang sih kota Pontianak yang menjadi tempat tinggal q ini memang terletak di garis khatulistiwa so pastinya udaranya panas banget, tapi gag tau juga belakangan ini udara panasnya minta ampun deh. Beberapa hari yang lalu emang ada hujan deras tapi yah mungkin karena global warming jadi udara and cuaca seenaknya hatinya aja berubah, hari ni panas eh nanti sore hujan. Bumi emang udah tua kali ya.
By de wey enewei baswei, hari ni aq mau nulis-nulis dikit tentang kesuksesan. Kalo sobat-sobat ingat, pada postingan yang sebelum ini gue udah pernah nulis tentang kesuksesan. Nah sekarang guw pengen nulis lagi tapi kali ini gue agak beda dengan yang dulu.
Kesuksesan merupakan target yang dicita-citakan oleh semua orang. Semua orang sangat ingin sukses. Akan lebih baik jika kita mengerti dulu apa itu kesuksesan agar tidak tersesat dalam pencarian. Kesuksesan berawal dari kata sukses. Sukses yang berarti berhasil. Berhasil dalam menggapai dan mendapatkan apa yang diimpikannya.
Terkadang banyak orang yang keliru mengartikan kesuksesan. Kesuksesan tidak bicara tentang seberapa banyak materi yang mampu kita rengkuh. Kesuksesan tidak bicara tentang berapa banyak penghargaan yang kita koleksi. Kesuksesan tidak bicara tentang seberapa tinggi jabatan yang kita pegang. Kesuskesan hanya berarti seberapa banyak kebahagiaan yang mampu kita dapatkan dan mampu kita berikan kepada orang lain. Kesuksesan bicara tentang sebuah proses pencapaian bukan hanya hasil semata. Kesuksesan adalah tentang kebahagiaan yang sejati bukan kebahagiaan semu seperti yang ditawarkan jerat lingkar setan. Kebahagiaan lebih bersifat kejiwaan daripada kesenangan.
Terkadang beberapa orang keliru mengartikan kesuksesan dan keliru mengartikan kebahagiaan. Kebahagiaan yang dipandang oleh mereka hanya kesenangan semu semata. Seorang teman pernah berkata “ orang yang sukses tidak dilihat dari seberapa banyak penghargaan, gelar, uang, harta ataupun jabatan yang dimiliki namun dari banyaknya kebahagiaan yang mampu ia berikan, yang mampu ia dapatkan.” Dari teman tersebut gue belajar untuk mengerti satu hal adalah bahwa kebahagiaan yang gue dan mungkin sobat-sobat cari tidak bersumber pada materi.
Materi atau kalo boleh gue bilang harta dan segala kroni-kroninya emang bisa menjadi kebahagiaan tapi bukan satu-satunya kebahagiaan. Bisa jadi kebahagiaan yang didapat dari materi hanya semu. Kebahagiaan yang sebenarnya terletak dalam hati kita. Kalo gag percaya coba lihat, seorang ustadz yang kehidupannya biasa-biasa aja bias bahagia, sedangkan para koruptor yang punya pangkat dan harta masih aja ngerasa kurang n’ tidak bahagia. Orang miskin bias bahagia, orang kaya bias juga bahagia, orang miskin bias gag bahagia orang kaya juga bias, jadi kalo disimpulin, kebahagiaan yang kita cari adalah hal berharga dan tidak terletak pada materi atau kekayaan, tapi pada hati. Jadi kalo ada orang yang mengincar kesuksesan hanya dengan berpatokan pada materi maka dipastikan orang itu tak kan pernah puas. Nah sobat, sekarang apa yang ingin sobat jadikan pengukur kesuksesan sobat, materi atau kebahagiaan yang bersumber dari nurani??silakan sobat jawab sendiri. See you guys. Sampe jumpa di postingan selanjutnya
\

Rabu, 14 September 2011

akhinya bisa juga.........

Assalamu’alaikum wr. Wb
Apa kabar nie sobat-sobat pembaca blog gw…..pastiny abek donk…..ya gag??
Alhamdulillah, sekarang keadaan gw udah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Oia, mungkin yg baru kali nie baca blog gw gag pada tau klokemaren gw sempat sakit n diopname di Rumah Sakit Soedarso. Tapi sekarang udah sembuh kok n siap beraktivitas lagi, hanya aja belum bisa aktivitas yang kayak dulu lagi karena kata bu dokter gw mesti istirahat total minimal 6 bulan untuk masa pemuihan n penyembuhan gw biar gw bisa benar-benar sembuh total.
By the way anyway busway, ngomong-ngomong and ngemeng-ngemeng udah cukup lama juga ya gw absen gag ngeposting di blog. Terakhir tangga 13 agustus udah kira-kira sebulanlah. Yah mau gimana lagi, kan kemaren-kemaren gw di lagi istirahat di kampung jadi gag bisa ngeposting dech.
Ngemeng-ngemeng juga nie, akhirnya gw berhasil dengan sangat baik mengubah tampilan kursor di blog gw, yah walau awalnya sempat hancur-hancuran juga. Hehehhehe. Sekarang tampilan kursor gw lebih mantap, bukan hanya mantap tapi sangat mantap,amat sangat mantap and keren,klo kata temen gw bilang “keyeeen!!”(keren maksudnya). Terus berhubung gw juga bukan orang yang pelit and sombong, gw bakal ngasi tau cara mengubah kursor tersebut yang mana dimana dan bagaimana caranya gw dapetin di herman blog. Caranya adalah  teeeeeet tet toreeeeetttt””””””””””)

1. Login ke Blogger. Masuk ke menu Design->Edit HTML
2. Cari kode
3. Letakkan kode css berikut diatasnya



Keterangan:
Teks yang berwarna merah adalah alamat url kursor. Silahkan ganti dengan alamat url kursor yang ingin anda gunakan.
4. Setelah itu, simpan template sobat. Selesai

Nah,klo sobat masih kurang jelas silahkan berkunjung ke blog http://www.hermanblog.com/2010/09/cara-mengubah-tampilan-kursor-blog.html
Semua langkah-langkah diatas yang gw postingin semuanya gw dapet di blog diatas, jadi bisa dibilang gw berguru ama blog diatas. Yohohoohohohoo…selamat mencoba, yohohohoohoho.

Okay la, sampe jumpa di postingan gw selanjutnya ya…..yohohoohohoohohooho

Sabtu, 13 Agustus 2011

Coretan Kecil Untuk Sahabatku

Coretan Kecil Untuk Sahabatku

Saat tangan kita tak lagi berjabat
Saat mata ini tak bisa lagi saling menatap
Saat semua hal yang telah terlewati bersama entah bagaimana menjadi samar
Kadang terlintas bayang kebersamaan yang pernah kita rasakan

Saat ini sama seperti waktu itu, tak ada yang berubah
Hanya saja bila dulu aq bertemankan dirimu sekarang aq bertemankan bayangmu
Saat ini, seperti dulu kita menatap senja
Tidak ada yang berbeda,hanya tempat yang memisahkan
Aku di sini dan kau entah di belahan
mana dunia ini
Saat jarak ini memisahkan, bukang berarti persahabatan ini terputus
Seperti putusnya layangan yang dulu pernah kita mainkan, melayang dan hilang tertelan angin
Bukan berarti akan gugur,seperti gugurnya daun jati di saat kemarau
Persahabatan ini akan tetap ada, akan tetap terjaga seperti kata-kata yang pernah kita ucapkan bersama di senja yang dulu

Lewat semilir angin dingin yang menyapa ku di keheningan senja ini aq titipkan pesan padamu sobat
Pada mu yang kini berada di tanah perantauan entah di belahan mana dunia ini
Lewat angin ini ku sampaikan padamu
Sampai kapanpun, kau akan tetapjadi sahabat ku,
Sampai kapanpun persahabatan ini akan terus hidup
Kau akan tetap jadi sahabatku,maestro seribu mimpi yang mengajarkan ku untuk memahami arti mimpi yang sesungguhnya
Seorang anak manusia yang mengajarkan ku untuk melihat dunia dari kacamata yang ku ukir sendiri

Persahabatan ini akan tetap hidup sobat, tetap hidup seperti yang pernah kita teriakkan bersama di senja dulu

Rabu, 10 Agustus 2011

curhatan setelah keluar dari rumah sakit

Assalamu’alaikum….
Wahh…..akhirnya setelah sekian lama gag nongol di blog akhirnya aq nongol juga. Udah beberapa bulan gag aktif di blog rasanya kangen juga ama blogging..hehehhe.
Btw, hari nie tepat hari ke-9 q keluar dari rumah sakit Soedarso setelah kira-kira 20 hari diopname .

Oia aq pengen ngucapin terimakasih buat semua orang yang udah ngasi dukungan semangat dan do’a buat aq. Kalo disebutin satu persatu terlalu banyak karena itu aq sebutin secara kelompok besarnya aja, “untuk semua yang udah ngasi dukungan dan do’a buat aq selama ini aq ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya,untuk keluarga besar q tercinta, sohib-sohib q dimanapun berada baik tu kawan-kawan kampus, kawan-kawan ngumpul selama ini, kawan-kawan SD, SMP,dan SMA q, rekan kerja dikantor, teman-teman di facebook juga, terus dosen-dosen q yang ternyata memiliki perhatian yang besar terhadap mahasiswa yang bandel kayak aq nie ( akhirnya mengaku juga….hehehhe) dan orang-orang yang q temui dirumah sakit, sekali lagi q ucapkan TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN SEMANGAT DAN DO’ANYA. Alhamdulillah karena izin Allah dan do’a serta dukungan semangat dari semuanya sekarang aq bisa dibilang udah kembali sehat dan dalam masa penyembuhan walaupun belum pulih seperti dulu lagi. Aaahhh, hampir aja lupa, TERIMAKASIH yang begitu besar juga aq ucapkan kepada dokter2-dokter muda yang merawat q selama di Soedarso, antara lain, dokter muda Salman, Miar, Fuad, dan dokter muda laennya yang q gag tau namanya, terus juga kepada dokter Salam dan dokter Lisa.

Ngemeng-ngemeng ni ye, waktu q masih menginap di hotel rumah sakit umum soedarso, q sempar juga nulis-nulis juga sich, ada yg bentuknya puisi, ada yg cerpen, ada juga yg curhatan. Nah, pada hari nie, aq pengen postingin salah satu curhatan yang aq tulis waktu diopname kemaren. Nah ni dia postingannya.

“Resiko yang harus ditanggung oleh orang seperti q...aq kadang takut memikirkan resikonya, namun karena kebodohan dan kenakalan q, tetap q lakukan jga...kini resiko itu datang menghampiri...akan aq hadapi dengan senyuman & berusaha untuk sembuh..karena aq yakin aq pasti bisa
Untuk semua yang udh ngasi semangat,dukungan,dan do'anya,..mulai dari keluarga besar q tersayang,sohib-sohib q yg baeg,dosen-dosen q yg begitu perhatian dan masih banyak laennya...TERIMA KASIH yang amat besar q ucapkan...
Jujur aq akui..tanpa dukungan semangat dan do'a dari mereka..mungkin ketakutan telah menelan diri q...kini jg aq sadari bhwa sumber kekuatan yang ada dalam diri q selama ini berasal dari do'a orang-orang yang menyayangi q”

Nah tu dia postingannya, postingan curhatan tu juga udh prnah q publish di facebook q sich.
Jujur aja sich sekarang aq senang banget udah sehat lagi walaupun belum benar-benar pulih. Hehehehhe.

Sabtu, 21 Mei 2011

sedikit opini tentang prismatic society dan nepotisme

Dalam masyarakat prismatik yang merupakan transisi perubahan dari masyarakat tradisonal ke masyarakat modern masih menyisakan ciri masyarakat terdisional di dalamnya. Masyarakat prismatik atau prismatik society seakan mengadopsi mentah-mentah sebagian budaya dan ciri dari masyarkat tradisonal tanpa mempedulikan kesesuaian hal tersebut dengan kondisi yang dijalaninya sebagai suatu proses menuju masyarakat modern atau masyarkat madani. Salah satu ciri tersebut yakni particularisme yang bisa kita artikan sebagai kondisi dimana suatu masyarakat masih lebih mengedepankan nilai-nilai primordialisme dalam interaksi sosial dan politiknya. Salah satu contoh kasus yang berkaitan dengan ciri tersebut yakni masalah nepotisme yang tumbuh subur seperti jamur di musim hujan.
Praktek nepotisme sendiri menjadi persoalan krusial dari birokrasi di Indonesia. Budaya dalam birokrasi sangat dipengaruhi oleh budaya yang berkembang dalam masyarakat. Budaya rasional birokrasi yang di anjurkan weber dan dipakai sebagai pedoman birokrasi negara kita seakan telah tenggelam dalam hiruk-pikuk budaya ''welas asih'', ''balas budi'', ''hormat pada atasan'' atau ''hormat kepada yang lebih tua''. Budaya ini yang seharusnya menajdi aset bangsa yang harusnya kita banggakan jutsru ditempatkan dalam situasi dan kondisi yang salah. Padahal budaya tersebut semestinya diletakkan dalam tempat, konteks dan porsi yang berbeda dari konteks budaya birokrasi dan pengaplikasian tugas serta fungsi birokrasi itu sendiri.
Sudah begitu sering kita disajikan kasus-kasus nepotisme dikalangan pemerintah kita, bukan hanya pemerintah pusat saja namun juga merambah ke tingkat daerah. Semangat kekerabatan dan segala hal yang berkaitan dengan primordialisme sangat dikedepankan. Hal ini diperparah dengan adanya penempatan yang salah dari salah satu aset penting budaya kita. Begitu banyak masalah atau kasus nepotisme yang ada tidak terlahir begitu saja namun karena adanya ruang yang secara sadar telah diberiakn oleh masyarakat, khususnya dalam ”semaraknya euforia primordialisme” dimasyarkaat kita. Banyak birokrat kita yang duduk di jabatannya bukan karena kemampuannya yang memang memadai dan memenuhi standar kualifikasi namun lebih karena memiliki sejumlah kerabat dalam jajaran kepemerintahan, entah karena hubungan darah, kelompok ataupun suku / ras tertentu.
Praktek nepotisme dalam birokrasi bisa didasarkan pada hubungan patron-client yang berkembang dalam masyarakat. Misalnya, ada satu kecenderungan tertentu di kantor-kantor pemerintahan bahwa bila orang tertentu yang memegang wewenang atau kekuasaan tertentu cenderung mengambil kerabat, sanak saudara, atau teman sedaerah, sealmamater sebagai ''client''. Dengan demikian, hubungan perkerabatan melingkupi pola budaya birokrasi. Hal yang seperti ini tidak membawa dampak yang cukup bagus untuk masyarakat dan birokrasi itu sendiri. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah kenyataan bahwa hal ini justru membawa dampak yang tidak inginkan seolah diabaikan oleh masyarakat dan birokrat secara sadar ataupun tidak. Nepotisme yang diakibatkan dari dijunjung tingginya nilai primordialisme seakan menyudutkan para birokrat kita yang berusaha untuk tetap mengedepankan prinsip rasionalitas dalam praktek birokrasi. Sebagai contoh cukup sering kita jumpai bagaimana seorang birokrat yang dikucilkan dari kelompoknya atau pun dikatakan sombong dan berbagai macam hal lain yang bertujuan menjatuhkan sang birokrat hanya karena sang birokrat tersebut mencoba untuk lebh rasional dalam memilih rekan kerjanya dalam penjalanan praktek tugas dan fungsi birokrasi. Dan karena hal ini dan juga bingung untuk bagaimana dan darimana memulai pemberantasan ”hama birokrasi ini” terpaksa melakukan bargaining atau tawar menawar dengan keadaan.
Praktek nepotisme yang dihasilkan dari berlakunya ciri particularisme ini tidak menyisakan dampak yang baik bagi kehidupan msayarakat dan negara ini. Praktek seperti ini lebih banyak menghasilkan para pejabat negara yang moral dan keprofesionalannya jauh dibawah standar. Hal ini tentu saja berdampak pada buruknya pelayanan publik yang dilakukan, belum lagi jika dalam pelayanannya pun para birokrat ini ternyata juga lebih mengedepankan semangat priomordialisme yang begitu membara dalam hati dan pikiran sempitnya sehingga menimbulkan diskriminasi pelayanan publik. Bila hal ini terus berkelanjutan maka bukan tidak mungkin kemungkinan masyarakat prismatik society untuk menjadi masyarakat modern menjadi semakin jauh.