Jumat, 29 Maret 2013

Negeri Ku, Katanya ...

Negeri ku negeri yang katanya kaya
Kaya ?? Kaya atau katanya kaya ??
Negeri ku kaya, kaya dengan para pencuri
Pencuri yang dihormati dan disanjung-sanjung karena harta dan jabatan yang entah dicuri dari siapa

Negeri ku kaya, kaya dengan alamnya, alam yang telah dikuasai tangan-tangan besi dari negeri nun jauh di sana yang katanya baik hati, walau nyatanya mengeruk kekayaan untuk diri sendiri

Negeri ku kaya, kaya akan budaya bangsa yang kini hampir tenggelam
Yang kini terpinggirkan, terkalahkan oleh sesuatu yang disebut modernisasi, modernisasi yang kebablasan
Terlupakan, sementara di sana-sini terlihat anak-anak negeri yang lebih melestarikan budaya asing daripada budaya sendiri
Hingga suatu ketika kita berteriak lantang budaya itu milik kita sementara kita selalu mengacuhkannya

Negeri ku yang katanya negeri yang makmur
Ah iya,benar juga negeri ku memang makmur
Makmur dan sejahtera untuk para pencuri yang bersembunyi dibalik kursi empuk sementara rakyat menjerit lapar
betul – betul makmur untuk orang-orang yang berkantong tebal, makmur dengan segala kemakmuran yang entah di dapat darimana, sebagian orang dari keringat sendiri sedang yang lain merampas keringat rakyat

oh negeri ku
negeri ku negeri yang katanya merupakan negara agraris
negera agraris ? negara agraris yang membeli daging, beras, bawang, gula dan saudara-saudaranya
apanya yang agraris ?

negeri ku katanya negeri kaya akan pulau-pulau,
 begitu banyak selat, sungai dan pantai, yang negeri ini miliki tapi nelayan pun hidup melarat

negeri ku yang katanya kaya, katanya kaya

Sabtu, 22 Desember 2012

Puisi Untuk Ibu

Ibu..
Wanita gagah perkasa nan anggun..

Ibu..
Wanita sederhana yang ajarkan aq kekayaan dalam kekurangan

Ibu...
Bukan wanita sempurna hanya wanita terbaik yang mungkin layak q sebut malaikat..

Ibu...
Tak mampu q ungkap betapa besar kasih sayang mu
puluhan, ratusan,ribuan atau bahkan jutaan kata terima kasih, aq cinta ibu, aq sayang ibu tak akan mampu lukiskan betapa berartinya diri mu ibu..


ibu..
ingin q seperti dulu lagi, tertawa dan lelap dipangkuanmu..
panjangnya jalan yang q tempuh selama ini tak sepanjang kasih sayang mu pada ku
sepanjang hidup ku dari kecil hingga kini tak pernah sehari pun terlepas dari untaian do’a mu
dalam darah ku, dalam hembusan nafas ku selalu ada do’a mu
cinta dan kasih sayang mu begitu dalam seperti dalamnya samudera tanpa batas.
Usia senja, rentanya tubuh mu tak sanggup halangi dan batasi kasih sayang serta cinta mu

Ibu..
Sungguh tak mampu ku ungkap untaian kata untuk nyatakan besarnya kasih mu
Buat ku berpikir tak ada hal yang mampu ku lakukan untuk membalas semua kasih mu
Sungai kasih sayang mu seolah tak pernah kering, selalu mengalir

Maafkan aku ibu, hingga kini aku masih belum mampu persembahkan yang terbaik untukmu

Jumat, 14 Desember 2012

Sungai Q !!


Ah,,,,
Malang nasib mu sungai q
Kau kini tak lagi jernih seperti dulu
Kau kini tag lagi bersih seperti dulu
Kini kau keruh dan penuh lumpur
Kini kau kotor dan penuh limbah

Malang nasib mu sungai q
Tag lagi q temukan ikan-ikan berenang bebas di dirimu, sungai q
Tag lagi q lihat jala nelayan penuh ikan
Tag lagi q lihat ikan tersangkut di mata pancing nelayan
Hanya sisa-sisa kayu yang kini menghiasi keindahanmu
Hanya plastik-plastik kotor yang kini mengisi dasar mu
Hanya sepatu butut, sebelah sendal usang dan sampah yang memakan mata pancing q
Hanya sampah dan ranting pohon yang tertebang mesin yang memenuhi jala nelayan q

Miris, sedih
Kau terkorbankan akibat keserakahan manusia
Kau berikan manusia-manusia penjarah itu ikan mu dan mereka beri kau limbah
Kau terkorbankan akibat kurangnya pengetahuan dan hilangnya kepedulian

Miris, sedih
Kejernihan mu tinggal dongeng untuk anak cucu q
Hanya cerita, hanya dari cerita anak cucu ku tahu kejernihan mu
Hanya sebuah cerita tanpa pernah mereka saksikan sendiri
Hanya tersisa satu dan banyak kisah tentang kekayaan yang kau miliki
Hanya kisah, tanpa pernah bisa mereka buktikan

Kasihan nasib mu sungai q
Hanya tersisa sedikit dari kami yang peduli pada mu
Hanya tersisa sedikit sedangkan yang banyak entah tag tahu atau tag peduli,entah lah

Sungai q malang, terlupakan,terpinggirkan, diabaikan, dirusak, dijarah,

Sungai q malang



Selasa, 11 September 2012

Hutan Ku Menangis !!!

Hutan q menangis... Hutan q menangis sedih karena terkorban demi nafsu serakah para perampok yang mengaku peri, nafsu serakah setan berbadan manusia yang mengaku malaikat. Hutan q menangis karena dijarah habis oleh para penjarah berdasi,atasnamakan pembangunan, atasnamakan peluang usaha dan ekonomi, atasnamakan segala hal demi tutupi penjarahan massal mereka Hutan q menangis karena tag ada lagi kini pohon di dalamnya, yang ada hanya ilalang,ilalang,ilalang dan ilalang Hutan q menangis karena tag ada lagi kini bisingnya kicauan burung di pagi hari, Kicauan burung tergantikan oleh merdunya deru suara mesin-mesin pabrik Hutan q menangis melihat pohon-pohon tinggi nan rindang tergantikan semak belukar yang kering dan layu Hutan q menangis melihat tanah-tanah gersang yang kini menghiasinya, raibnya tanah yang subur terampas oleh tangan-tangan setan demi puaskan hati yg rakus Hutan q menangis menyaksikan punahnya satu persatu para hewan yang selama ini jadi sahabatnya, tag ada lagi auman harimau,yang ada hanya nyanyian jangkrik Hutan q menangis mendengar deru suara gergaji mesin mencincang pohon-pohon sanak kerabatnya, besar kecil,tua muda asalkan menghasilkan uang tag jadi soal, persetan dengan anak cucu yang tak bisa lagi temui pohon-pohon asalkan dapat UANG ! Hutan menangis saksikan tangan-tangan serakah rampas kelestariannya, tag peduli anak cucu hanya tahu kelestarian hutan lewat gambar-gambar poster bertulisan “LESTARIKAN KAMI” Hutan q menangis karena kini diri nya hanya tinggal cerita usang belaka, dongeng untuk menidurkan anak cucu Hutan q menangis pilu, hancurnya alam oleh tangan-tangan besi yang serakah yang seolah tak pernah puas porak-porandakan alam q Hutan q menangis........

Jumat, 03 Agustus 2012

Corat-Coret Tentang Pergaulan

assalamu'alaikum sobat apa kabar nih??udah lama juga ya gua absen kagak nge-posting tulisan,yah maklumlah gua lagi krisis inspirasi (jiah,,,sok keren pake inspirasi)hehehhe...... by thw way,,,,kali ini gua nge-posting tulisan yang sebenarnya udah lumayan lama terpendam di dalam laptop gua bikos gua lupa buat nge-postingnya..hehhehe....... okeh sobat,langsung aja ke topik yah....are you ready??(walau bahasa inggris gua masih sepupuan ama tarzan tapi boleh donk gua dikit-dikit ngomong inggris)...... Bidang pergaulan kita sudah dijajah. Memang sih yang menjajah kita dalam bidang pergaulan ini bukan bangsa kita tapi bangsa asing melalui serangan pemikiran. Ingin buktinya??coba saja lihat bagaimana pergaulan sekarang dan bandingkan dengan pergaulan waktu masa dulu. Kata-kata seperti “ih, gag gaul” atau “ah,kolot” kerap terdengar diucapkan sebagian remaja kepada temannya yang tidak mau mengikuti pergaulan zaman sekarang yang bisa gue katakan cukup bebas. Belum lama ini, gue bersantai di sebuah cafe dan gue melihat salah satu conth bentuk pergaulan bebas zaman sekarang yaitu, sepasang remaja yang jauh lebih muda dari gue, duduk berpelukan bahkan saling cium di ditempat yang cahayanya redup. Gue hanya bisa geleng-geleng kepala.kemudian gue juga saksikan sendiri di salah satu rumah teman, seorang cewek membawa pacarnya masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya padahal di rumah ada gue dan teman gue. Ketika gue tanya teman gue,dia bilang “udah sering aq kasi tau bro,tapi tetap aja ngeyel.” Wah wah wah, apakah nilai kesopanan dan kesantunan di dalam masyarakat yang berlandaskan norma moral udah bergeser sedemikian jauh?? Gua heran sekaligus takut ama pergaulan jaman sekarang yang lebih banyak menjurus ke arah pergaulan bebas. Setau gua, Indonesia merupakan negara dengan adat istiadat dan tradisi timur yang kental banget. Tradisi timur itu sendiri identik dengan nilai-nilai moral,kesopanan,kesusilaan yang dijunjung tinggi setinggi-tinggi,kalo bisa setinggi bintang dilangit malah. Tapi kok sekarang kayaknya udah pudar?? Apa ini akibat globalisasi ?? gua juga kagak tau pasti,tapi menurut opini gua yang Cuma orang kecil ini sedikit banyak globalisasi emang ngasi pengaruh namun kita juga gag bisa langsung men-judge bahwa globalisasi itu jelek. Yang pasti menurut gua,kebanyakan anak-anak muda jaman sekarang itu salah dalam menyikapi arti pergaulan,salah dalam menyikapi globalisasi dan satu hal juga anak-anak muda jaman sekarang kebanyakan kurang mendapatkan pendidikan nilai-nilai moral dan adat timur. Dan hal ini tentu saja bukan karena mereka kagak sekolah, karena pendidikan moral dan adat timur itu dominan berlangsung dalam kehidupan bermasyarakat,mulai darilingkup masyarakat terkecil yaitu keluarga sampai pada masyarakat luas. Lu kagak percaya sob ?? sekarang coba lu buktiin aja sendiri. Lu liat dah,banyak banget keluarga-keluarga yang broken home dan anaknya terjerumus karena orang tuanya sibuk dengan urusan masing-masing,ya sibuk kerja la, ya sibuk ini la,sibuk itu la, sibuk apa la,sehingga lupa bahwa anak-anaknya butuh perhatian,anak-anaknya butuh bimbingan dari orang tuanya,bukan Cuma sekedar nasihat selintas lalu tapi juga contoh teladan yang dimulai dari hal-hal yang kelihatannya sepele. Seperti cara berpakaian,ibadah,sopan santun, dan juga anak-anak butuh penghargaan atas tindakannya walau itu kecil. Sebagian kasus anak-anak nakal dikarenakan mereka ingin menunjukkan dirinya,ingin diperhatikan,ingin dihargai,ingin dianggap ada, karena orang tua nya mungkin kurang memperhatikan atau kurang menghargai dalam artian orang tuanya ingin sesuatu yang perfect sehingga hal-hal kecil yang luar biasa yang telah dilakukan anak-anaknya menjadi terabaikan dan tidak mendapatkan “reward” yang diinginkan anaknya. Penghargaan atas tindakan ini tidak harus sesuatu yang bersifat materi,hanya dengan pujian-pujian kecil pun bisa bahkan sangat manjur dibanding imbalan materi.sebuah pujian kecil seperti, “wah, adek pintar ya udah bisa bersihin tempat tidur sendiri” atau “adek pintar deh,udah nggak ngompol lagi”,atau “adek hebat ya,tadi udah ngasi sedekah sama bapak/ibu itu”, bisa menjadi dorongan motivasi untuk anak karena anak akan merasa bahwa tindakannya dihargai dengan baik sehingga akan termotivasi untuk melakukan hal-hal positif lainnya dan pada akhirnya mereka akan terbiasa melakukan hal-hal positif dan ini akan terus melekat dalam dirinya hingga mereka dewasa. Sehingga jika pun nanti godaan untuk berbuat hal yang negatif itu datang setidaknya mereka udah punya benteng sendiri dalam dirinya dan kalopun tergoda akan jauh lebih mudah untuk menyesal dan sadar.